Saturday, September 5, 2015

Pilot Militer AU Belanda Gabung ISIS





Kementerian Pertahanan Belanda menyatakan, seorang pilot Angkatan Udara Kerajaan Belanda berpangkat Sersan, diyakini telah bergabung dengan kelompok ISIS.



Kementerian Pertahanan Belanda juga menyatakan, Kejaksaan Belanda telah melakukan penyelidikan terhadap hal itu terkait kemungkinan adanya risiko menyangkut rahasia militer negara itu.



Pemerintah Belanda juga telah mematikan semua akses informasi dan akses ke sistem militer yang kemungkinan masih bisa digunakan oleh pilot berusia 26 tahun itu. Kendati begitu, pemerintah Belanda belum mengungkapkan identitas dari sang pilot yang membelot tersebut.



"Tak perlu disanksikan lagi, jika bepergian ke luar negeri dan bergabung dengan ISIS tidak dapat diterima dan harus dihukum," kata Menteri Pertahanan Jeanine Hennis Plasschaert, seperti dikutip dari CNN, Jumat (4/9/2015).



Belanda sendiri merupakan bagian dari koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) melawan ISIS di Irak dan Suriah.



"Setiap kasus radikalisasi walaupun hanya satu, kami anggap sudah terlalu banyak. Ini sangat mengecewakan jika seseorang memilih bergabung dengan kekuatan jahat, sementara rekan-rekannya mempertaruhkan nyawa untuk kebebasan orang lain," tambahnya.



CNN

AS Tak Sudi Tampung Pengungsi Suriah





Pihak Gedung Putih Amerika Serikat (AS) menyebut gelombang pengungsi Timur Tengah yang menjadi masalah di Eropa sebagai tragedi. Namun, AS tidak akan menampung para pengungsi Suriah.



Gedung Putih menyatakan, AS akan menyediakan dana bagi Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi untuk mengatasi “ledakan” jumlah pengungsi yang telah tiba di Eropa tahun ini.



Keputusan AS untuk tidak menerima para pengungsi Suriah itu disampaikan juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest. Hingga sore ini (5/9/2015), ada sekitar 2 ribu pengungsi asal Timur Tengah, termasuk dari Suriah yang menuju Austria.



“Saya tidak punya pengumuman untuk sepanjang jalur tersebut,” kata Earnest, seperti dikutip Reuters. “AS memberikan bantuan yang signifikan melalui Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR),” lanjut Earnest membela keputusan Pemerintah Obama tersebut.



Juru bicara Gedung Putih itu lantas memuji otoritas Uni Eropa untuk menangani krisis pengungsi. ”Kami memuji Uni Eropa untuk langkah-langkah yang mereka sudah diambil untuk menindak mereka yang memanfaatkan migran dalam situasi putus asa,” ucapnya.



“Kami telah melihat upaya perdagangan manusia dan penyelundupan migran secara luas, dan kami pasti senang melihat Uni Eropa mengambil langkah-langkah untuk menindak itu,” imbuh Earnest.



AS juga menawarkan bantuan pengiriman pasukan khusus penjaga pantai untuk membantu menangani para migran dan pengungsi yang mempertaruhkan nyawa di laut yang berbahaya.



REUTERS | SINDO

Bom Guncang Sinai, 4 tentara AS Tewas





Dua ledakan mengguncang wilayah timur laut Sinai, wilayah di dekat perbatasan Mesir, Israel dan Gaza Palestina. Enam tentra penjaga perdamaian, termasuk empat di antaranya asal Amerika Serikat (AS) tewas terkena ledakan.



Para korban ledakan dari Pasukan Penjaga Perdamaian Multinasional (MFO) itu telah dievakusi.”Melalui udara ke fasilitas medis, di mana semua menerima pengobatan untuk korban luka yang tidak mengancam jiwa,” kata pejabat Pentagon, Kapten Jeff Davis, dalam sebuah pernyataan, Jumat (4/9/2015).



Pejabat Pentagon lainnya, Mayor Roger Cabiness, mengatakan, empat tentara asal AS ikut tewas ketika akan menolong para tentara yang terluka oleh ledakan yang pertama pada Kamis waktu Sinai.



MFO diciptakan sesuai hasil dari perjanjian damai tahun 1979 antara Mesir dan Israel di Sinai, wilayah semenanjung yang terletak di antara Israel, Jalur Gaza Palestina dan Terusan Suez Mesir. Menurut Cabiness, seperti dikutip Reuters, ratusan petugas AS ditugaskan di wilayah itu.



Belum ada yang mengklaim bertanggung jawab atas dua ledakan mematikan itu. Namun, pada bulan lalu, kelompok militan Islam ditiduh membunuh 16 penjaga perbatasan di Sinai Utara. Hal itu mendorong Mesir untuk mengirim kendaraan lapis baja dan ratusan tentara di zona demiliterisasi di dekat perbatasan Israel dan Mesir.



Cabiness mengatakan, Pentagon tetap prihatin tentang kondisi keamanan yang memburuk di wilayah tersebut. ”Kami sedang mempertimbangkan apa pun, termasuk langkah-langkah tambahan jika diperlukan guna memastikan perlindungan dengan kekuatan. Ini termasuk membawa peralatan tambahan jika diperlukan,” imbuh Cabiness.



SINDO | REUTERS

25 Pendukung Morsi Divonis Seumur Hidup





Pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada 25 pendukung mantan orang nomor satu negara itu, Mohamed Morsi. Selain itu, 94 orang pendukung Morsi lainnya dijatuhi hukuman 10 sampai 15 tahun penjara.



Pengadilan di kota Sohag menghukum para pengikut Morsi dengan tuduhan telah melakukan pembunuhan dan pembakaran gereja pada tahun 2013, menyusul bentrokan brutal antara aparat kepolisian dengan pengunjuk rasa pro-Mursi saat demonstrasi di Nahda dan Rabaa Squares yang berada di ibukota Mesir, Kairo.



Seperti dikutip dari Press TV, Jumat (4/9/2015), dari total 119 terdakwa yang menjalani persidangan, 67 orang dijatuhi hukuman 15 tahun penjara, dan 27 orang dijatuhi hukuman 10 tahun penjara. Mereka dinyatakan bersalah dengan berbagai tuduhan, termasuk merencanakan pembakaran Gereja Gerges Mar. Para pengikut Morsi masih bisa mengajukan banding.



Pengadilan Sohag juga menjatuhkan vonis secara in absentia kepada 50 pendukung Morsi lainnya. Namun, pemerintah Mesir belum merilis informasi mengenai para terdakwa yang divonis secara in absentia, termasuk mengenai keberadaan mereka saat ini.



Para terdakwa yang divonis secara in absentia ini didakwa karena keterlibatannya dalam pembunuhan 15 orang, serta percobaan pembunuhan terhadap tiga orang lainnya. Aksi ini dilakukan setelah mereka melakukan demonstrasi dengan cara duduk di sebuah kamp yang akhirnya dibongkar oleh aparat keamanan, menyusul kudeta militer terhadap Morsi.



SINDO | PRESSTV

IS Tembak Kapal AL Mesir dengan Roket Canggih





ISIS merilis sebuah video yang menunjukkan kelompok tersebut menembakkan roket salvo ke arah kapal patroli Angkatan Laut Mesir di laut Mediterania, sebelah utara Sinai pada bulan Juli lalu. Akibat tembakan roket itu, kapal patroli Mesir terbakar.



Dikutip dari laman Mirror, Kamis (3/9/2015), Penjaga Pantai Mesir menembaki militan ISIS yang berada di pantai utara Sinai, yang berbatasan dengan Israel dan Gaza. Sebagai balasan, ISIS menembakan roket salvo yang menghantam sisi kapal dan berujung pada terbakarnya sisi kapal.



Hal ini diyakini sebagai serangan laut pertama kelompok ekstrimis itu, sekaligus menandakan mereka siap berperang jika diserang dari laut.



Menurut juru bicara militer Mesir, Brigradir Jenderal Mohammes Samir, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun, sejumlah kru kapal mengalami luka-luka. Menurutnya, Angkatan Laut Mesir secara rutin melakukan patroli di wilayah perairan Mesir dan telah sering digunakan untuk mengangkut personel tentara dan polisi ke daratan Mesir.



Tidak hanya itu, kelompok yang dipimpin oleh Abubakar al-Baghdadi ini juga merilis sebuah video yang menunjukkan kehebatan penembak jitu mereka. Dalam video tersebut, seorang penembak jitu ISIS menembak mati seorang tentara Mesir dan meledakan bom yang diletakkan di sisi jalan dengan target pasukan keamanan.



ISIS juga memperlihatkan persenjataan yang mereka punya. Dalam video itu terlihat jika ISIS memiliki sejumlah persenjataan berat dan peralatan militer yang mematikan. Pada bagian akhir videonya, ISIS menunjukkan sejumlah anak-anak menyoraki konvoi tentara ISIS.



Belum diketahui lokasi video tersebut diambil. Namun diketahui jika 2.000 anggota ISIS berada di Semenanjung Sinai, wilayah yang berada di ujung selatan dan wilayah yang amat populer bagi wisatawan asal Inggris.



Serangan yang dilakukan oleh ISIS telah menewaskan puluhan tentara dan polisi di Semenanjung Sinai sejak penggulingan Mohammed Morsi pada tahun 2013 lalu.

Booking Hotel Termewah Se-Amerika, Raja Saudi Acuh Derita Pengungsi Suriah





Raja kaya raya Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz sedang disorot media setelah mem-booking hotel termewah dan termahal saat lawatan ke Amerika Serikat (AS). Namun, Raja Salman dianggap diam atas penderitaan pengungsi Suriah yang sedang jadi sorotan dunia.



Banyak media Barat mengulas lawatan mewah Raja Salman. Bahkan, calon presiden AS, Donald Trump, yang selalu sesumbar orang kaya di AS dianggap tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Raja Salman.



Salman mendarat di Washington, AS, pada Kamis waktu setempat. Menurut laporan Politico, rombongan Raja Saudi mem-booking seluruh kamar hotel Four Seasons di Georgetown, salah satu hotel termewah dan termahal di Ibu Kota AS.



Saksi mata mengatakan kepada Politico bahwa, karpet merah digelar di lorong-lorong dan furnitur berlapis emas dipajang khusus untuk menyambut Raja Salman di hotel itu.”Cermin emas, tabel emas dan lampu emas disiapkan sebelum kunjungan Raja Saudi,” tulis media AS itu, mengutip keterangan saksi mata di hotel Four Seasons.



Masih menurut laporan Politico, tamu-tamu lain yang telah memesan kamar hotel itu terpaksa dipindahkan ke hotel lain. Sementara itu, petugas hotel ketika dikonfirmasi FoxNews, menjawab;”Saya tidak bisa mengkonfirmasi atau menyangkal bahwa informasi benar atau tidak.”



Lawatan Raja Salman ke AS untuk berbicara dengan Presiden Barack Obama. Pembicaraan kedua pemimpin itu berlangsung Jumat waktu AS, untuk membahas kesepakatan nuklir Iran dan pengaruhnya terhadap wilayah Timur Tengah.



Sementara itu, Amnesty International, mengkritik keras enam negara kaya di Teluk, termasuk di dalamnya Arab Saudi, yang diam atas penderitaan pengungsi Suriah.”Enam negara Teluk; Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Oman dan Bahrain, menawarkan nol tempat pemukiman untuk pengungsi Suriah,” kecam Kenneth Roth, direktur eksekutif Human Rights Watch, seperti dikutip Washington Post, Sabtu (5/9/2015).



Kecaman itu muncul setelah pengungsi cilik Suriah, Aylan Kurdi yang baru berumur tiga tahun tewas terdampar di lepas pantai Turki. Bocah kecil yang menuai empati masyarakat dunia itu, sedianya hendak mengungsi ke Yunani, Eropa, bersama keluarga dan rombongan lain asal Suriah. Tapi, tragisnya perahu yang mereka tumpangi terbalik.



POLITICO | SINDO

IS Bakar Hidup-hidup 4 Milisi Syiah





Militan ISIS pekan ini merilis video yang memperlihatkan eksekusi pembakaran empat milisi Syiah Irak pada Senin (31/8). Dalam video tersebut, ISIS menyatakan eksekusi pembakaran ini merupakan pembalasan atas aksi pembakaran warga Muslim Sunni sebelumnya oleh pasukan pemerintah yang bersekutu dengan Syiah.



Dikutip dari kantor berita Xinhua, dalam video terbaru ISIS ini, para korban mengaku sebagai anggota Hashd Shaabi, sebuah kelompok milisi Syiah yang juga dikenal dengan nama Populer Mobilization Forces.



Dalam video itu, tangan dan kaki para korban diikat rantai sebelum mereka digantung di besi. Video yang berdurasi selama sekitar lima menit itu disertai dengan sebuah adegan yang memperlihatkan pria Sunni menggantung milisi Syiah itu di atas api.



Video itu memperlihatkan seorang anggota ISIS militan bertopeng yang menyebutkan bahwa pembakaran itu merupakan respon ISIS atas aksi pembakaran yang dilakukan milisi Syiah sebelumnya terhadap warga Sunni di dekat kota Garma yang dikuasai ISIS, di timur kota Fallujah, sekitar 50 km sebelah barat kota Baghdad, Irak.



Selain itu, militan ISIS tersebut juga menyebutkan mereka membalaskan dendam untuk aksi pembakaran tiga warga Sunni di provinsi Diyala, sebelah timur Irak.



"Hari ini, pembalasan telah datang. Kami menyakiti mereka seperti mereka menyakiti perasaan kami, dan menghukum mereka karena mereka menghukum kami," kata pria militan bertopeng dalam video yang tidak mengungkapkan lokasi pembakaran.



Meski demikian, para milisi Syiah sendiri menyatakan dalam rekaman video tersebut bahwa mereka ditangkap oleh militan ISIS dalam operasi di daerah Nekheib, yang berjarak 400 km sebelah selatan Ramadi, ibu kota provinsi Anbar, Irak barat.

Turki Tidak Akan Tolak Pengungsi Suriah





Pemerintah Turki tidak akan menolak atau mengusir para pengungsi asal Suriah yang membanjiri negara mereka karena kabur dari peperangan. Tidak hanya menampung, pemerintah Turki juga memberikan mereka kesempatan untuk dapat membaur dan bekerja di negara tersebut.



Menteri Tenaga Kerja dan Keamanan Sosial Turki, Ahmet Erdem, saat ditemui CNN Indonesia di Ankara, Rabu (2/8), mengatakan bahwa mereka tidak bisa menolak kedatangan orang-orang yang membutuhkan pertolongan ke negara itu.



"Kami telah menampung dua juta pengungsi dan telah menghabiskan US$5-6 juta. Kami tidak bisa menolak mereka," kata Erdem.



Turki merupakan pintu pertama bagi para pengungsi dari Suriah yang mencari aman dari perang di negara mereka. Dari Turki, ribuan pengungsi kebanyakan mencoba mengadu nasib di negara-negara Eropa melalui perjalanan panjang yang berbahaya.



Namun sambutan di berbagai negara Eropa tidak semuanya ramah, beberapa menolak. Ada kekhawatiran di masyarakat Eropa bahwa kehadiran para pengungsi akan menimbulkan permasalahan sosial di negara mereka.



Erdem mengatakan, Turki telah mengantisipasi segala dampak buruk yang mungkin timbul, salah satunya tingginya angka pengangguran. Karena itulah Turki memberikan kesempatan kerja bagi warga Suriah yang memasuki negara itu dengan izin.



"Bagi kelompok pengungsi yang memasuki Turki dengan dokumen lengkap seperti paspor dan mendaftarkan dirinya, kami memberikan izin kerja di Turki dan mereka bisa memulai usaha sendiri," ujar Erdem.



Namun bagi mereka yang masuk secara ilegal akan ditampung di kamp pengungsi di dekat perbatasan, diberikan nomor pengungsi, dan pelatihan agar bisa berbaur dengan masyarakat sekitar.



Erdem juga menjelaskan bahwa Turki telah meningkatkan kemampuan mereka dalam mengatasi pengangguran, salah satunya dengan memberikan insentif dan subsidi bagi mereka yang ingin mencari kerja. Hal ini diharapkan dapat meredam kecemburuan sosial dalam masyarakat Turki terhadap warga pengungsi yang bekerja.



Kecemburuan semacam inilah yang menyebabkan terjadinya penolakan di banyak negara Eropa, salah satunya oleh kelompok sayap kanan Jerman.



"Kami telah mengambil langkah untuk meredam dampak yang negatif," kata dia.



Permasalahan pengungsi ini juga bisa menjadi salah satu agenda pembicaraan dalam pertemuan KTT G20 November mendatang di kota Antalya. Sherpa Turki, sebutan untuk juru bicara G20, Ayse Sinirlioglu, mengatakan bahwa agenda G20 sangat terbuka untuk berbagai permasalahan yang menjadi perhatian negara anggota, termasuk pengungsi, walau tidak masuk secara resmi dalam daftar acara.



Apalagi, kata dia, banjirnya pengungsi ke Turki dan Eropa adalah akibat perubahan geopolitik di kawasan yang bisa berimbas pada perekonomian global yang menjadi salah satu agenda kunci dalam G20 tahun ini.



"Masalah imigran jika mempengaruhi ekonomi global maka akan dibahas. Tidak mungkin memisahkan masalah geopolitik dengan geoekonomi," kata Sinirlioglu.



Dia juga kembali menyampaikan sikap pemerintah Turki yang tidak akan menolak dan mengusir para imigran.



"Kami tidak akan menutup pintu kami bagi mereka yang terancam nyawanya, karena warga Turki adalah warga yang penyayang," ujar Sinirlioglu.



Sinirgiolu juga tidak khawatir kehadiran pengungsi Suriah berdampak buruk bagi negaranya. Karena menurut dia, kebanyakan pengungsi Suriah adalah orang-orang berpendidikan, anak muda atau pengusaha, yang bisa menyumbang di masyarakat Turki. CNN

Gegara Foto Selfi Fadli Zon, “DPR Brengsek dan harus dibubarkan”





Anggota DPR RI Komisi VIII dari Fraksi PKB Maman Imanul Haq merasa malu terhadap tingkah laku para pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto dan Fadli Zon karena menghadiri jumpa pers kampanye yang digelar bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump. Dia pun merasa sakit hati.



"Ini perlakuan yang memalukan bahwa DPR brengsek dan harus dibubarkan. Saya berusaha untuk melahirkan undang-undang yang berkualitas. Tapi orang hanya melihat ketua dan pimpinannya jalan-jalan dan selfie bersama wanita, ini memalukan sekali. Ini sungguh menyakitkan hati, bukan mencerminkan sebagai anggota dewan," kata Maman dalam konferensi pers di Bakoel Coffee Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9).



Sementara itu, Anggota komisi II dari Fraksi PDIP, Budiman Sudjatmiko pun meminta pertanggungjawaban dari keduanya. "Ini sungguh memalukan dan kami akan meminta pertanggungjawabannya," ujar Budiman.



Kedua orang tersebut, kata Budiman, telah memalukan DPR juga warga negara Indonesia. "Misalkan saya sama salah satu calon Bupati, saya hadir pasti saya akan dikritik. Apalagi dia, maupun sama Bill Clinton atau apapun berdiri di sana sebagai ketua dewan," katanya.



Selain itu, politisi PDIP lainnya Rieke Diah Pitaloka juga merasa malu dengan ulah kedua pimpinan DPR itu. "Saya tidak tahu kedua orang tersebut itu pencitraan atau apa. Yang pasti saya malu karena dia anggota DPR," kata Rieke. Merdeka

Friday, September 4, 2015

Foto Bocah Suriah Hentakkan Dunia





Foto memilukan yang memperlihatkan seorang bocah imigran Suriah tewas tenggelam dan terdampar di pantai Turki menjadi viral di media sosial pada Rabu (2/9).



Foto ini menjadi gambaran perjalanan penuh bahaya yang harus ditempuh para imigran demi terhindar dari konflik bersenjata di negara asal dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik di Eropa.



Setidaknya 12 warga Suriah yang mencoba masuk ke Yunani tewas tenggelam di perairan Turki ketika kapal yang mereka tumpangi karam.



Salah satu korban adalah seorang bocah laki-laki yang ditemukan polisi Turki di pantai dan foto bocah tersebut memicu kemarahan masyarakat internasional.



Dilaporkan Reuters, foto itu memperlihatkan seorang bocah dengan kaos merah dan celana pendek biru, tewas tergeletak dengan wajah bertelungkup mencium pasir tepat di pinggir pantai di kawasan resor kota Bodrum.



Foto yang diterbitkan pertama kali oleh satu kantor berita Turki ini menjadi trending topic di seluruh dunia.



Ribuan migran tewas sejak awal tahun ini dalam upaya memasuki Eropa melalui laut.



Menurut petugas penjaga pantai Turki, sekelompok migran meninggalkan Turki melalui Semenanjung Bodrum menuju Pulau Kos di Yunani pada Rabu dini hari (02/09), namun dua perahu yang mereka tumpangi karam tidak lama kemudian.



Dua belas jenazah, termasuk lima anak-anak, ditemukan oleh aparat keamanan Turki.



Dari sekitar 23 orang yang berangkat ke Yunani diperkirakan hanya sembilan yang selamat, beberapa di antaranya mengenakan pelampung dan berenang menuju pantai.



Harapan untuk menemukan korban selamat kini makin tipis.



Foto bocah yang meninggal dan tersapu ombak ke pantai di dekat Bodrum diterbitkan begitu beberapa jenazah ditemukan pada sekitar pukul 06.00 waktu setempat.



Bocah yang meninggal ini diketahui bernama Aylan.



Saudara laki-lakinya, Galip yang berumur lima tahun, dan ibunya, Rihan, meninggal dalam insiden ini.



BBC

Ex-Boss CIA ingin AS Manfaatkan Al-Qaeda melawan ISIS





Mantan bos CIA dan jenderal David Petraeus ingin AS mempertimbangkan kerja sama dengan para anggota Front Nusra yang berafiliasi ke Alqaeda dalam memerangi ISIS di Suriah.



Petraeus mengatakan sejumlah anggota Front Nusra bisa dibujuk untuk berkoalisi melawan ISIS.



"Kita mesti mencoba memanfaatkan atau mengkooptasi Nusra, sebuah afiliasi Alqaeda di Suriah, sebagai organisasi yang melawan ISIS," kata Petraeus kepada CNN.



"Beberapa pejuang dan mungkin sejumlah elemen dalam Nusra saat ini tak diragukan lagi bergabung demi tujuan oportunistis ketimbang ideologis: mereka menganggap Nusra sebagai kuda tangguh, dan mereka tidak melihat alternatif yang kredibel karena oposisi moderat belum cukup sumber," kata dia.



Petraeus ingin AS berekonsialisi dengan anasir-anasir Front Nusra dan menyekutukannya dengan kaum oposisi moderat dalam memerangi ISIS dan rezim Presiden Bashar al-Assad.



Mantan panglima militer AS di Irak yang sukses membujuk warga Sunni untuk tidak bersekutu dengan Alqaeda ini berkata dengan menggunakan para pejuang Nusra akan memberi dua keuntungan, yakni kelompok oposisi dukungan AS mendapatkan patron yang kuat, dan semakin intensifnya tekanan terhadap semua kelompok ekstremis, demikian AFP.



ANTARA

Tuesday, September 1, 2015

Lawan Kapitalisme Global, ISIS Pamer Mata Uang Kekhalifahan [VIDEO]





Pengumuman mata uang ISIS ini dilakukan lewat rekaman video yang diproduksi secara apik. Mata uang yang terbuat dari emas, perak dan tembaga ini dicanangkan untuk berlaku di kekhalifahan ISIS di Irak dan Suriah. ISIS mengatakan mata uang baru itu akan mengganggu dolar dan sistem finansial Amerika.



Dalam video berdurasi satu jam, kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah merilis tayangan propaganda baru yang menjelaskan tentang mata uang bikinan mereka.



Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Senin (31/8), dalam video itu ISIS juga menjelaskan tentang sejarah keadaan ekonomi dunia. Namun sejarah ekonomi dunia versi ISIS itu berbeda dengan sejarah yang sebenarnya.







Di video itu ISIS mengatakan mereka sudah membuat koin dinar emas, dirham perak, dan uang tembaga.



Namun meski mereka mengaku sudah membuat mata uang sendiri , ISIS masih tetap menggaji para militannya dengan mata uang dolar Amerika.



Menurut mereka, satu dinar yang terbuat dari emas 21 karat seberat 4,25 gram itu akan setara dengan uang senilai Rp 2 juta atau USD 139. ISIS mengatakan uang dinar berbentuk koin itu tidak akan jatuh nilainya jika dibanding uang kertas.



Dalam video itu anggota ISIS juga tampak tengah memperlihatkan uang koin dinar kepada warga Kota Mosul.



Sebut warga Kampung Pulo ‘Sampah’, Ahok Resmi Dilaporkan ke Bareskrim





Perkataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat konflik pembebasan lahan di Kampung Pulo terjadi membuat sejumlah pihak merasa tersinggung. Akibatnya, para pihak yang merasa tersinggung itu melaporkan mantan Bupati Belitung Timur tersebut ke Badan Reserse Kriminal Polri.



Laporan disampaikan ke Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri oleh gerakan #LawanAhok yang diketuai oleh Tegar Putuhena. Gugatan mereka adalah karena perkataan Ahok -sapaan Basuki - dianggap mencemarkan nama baik.



"Pelapornya Pak Lieus, ini warga Jakarta yang keberatan atas pernyataan Ahok. Ini tidak pantas diucapkan oleh seorang kepala daerah, semoga bisa ditertibkan," kata Tegar saat ditemui di Mabes Polri, Selasa (1/9).



Perkataan yang Tegar maksud adalah saat mengatakan bahwa urusan Kampung Pulo adalah urusah sampah yang bisa diselesaikan dengan otot. Perkataan 'sampah' tersebut dianggap Tegar ditujukan kepada masyarakat yang tinggal di sana.



Tegar menunjukkan pernyataan lengkap Ahok yang dilaporkan ke Bareskrim adalah sebagai berikut:



"Kita atasi Kampung Pulo, enggak ada lagi sejarah Kampung Pulo banjir lagi. Syaratnya apa? Main kasar, main keras. Jual otot, enggak otak. Jakarta enggak perlu otak, otot saja. Itu urusan sampah kok, otot saja."



Berdasarkan pernyataan Ahok tersebutlah Tegar melapor ke Bareskrim. Menurutnya, perkataan Ahok tersebut telah menghina dan melecehkan rakyat Indonesia.



Saat mendaftarkan laporan, Tegar mengaku membawa barang bukti rekaman wawancara Ahok di salah satu media massa saat dia mengatakan pernyataan tersebut.



Saat ini laporan telah di uat tapi belum ada pernyataan resmi dari Bareskrim Polri apakah laporan tersebut akan ditindaklanjuti atau tidak. CNN